Olahraga untuk Mengatasi Hipertensi pada Ibu Hamil

Apabila saat ini Anda merupakan wanita yang sedang mengandung dan mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi, sering berkonsultasi dengan dokter untuk memeriksa tekanan darah Anda menjadi hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan janin di dalam kandungan dan Anda sendiri serta agar tidak terjadi komplikasi yang diakibatkan hipertensi.

olahraga-untuk-mengatasi-hipertensi-pada-ibu-hamilKasus hipertensi pada masa kehamilan seperti pre-ekslampsia menjadi komplikasi kehamilan yang sering kali terjadi dan ini berbahaya. Kondisi seperti ini terjadi 5% – 8% pada kehamilan. Secara global, pre-ekslampsia dan gangguan hipertensi lainnya yang terjadi pada kehamilan bisa mengakibatkan 76.000 kematian pada ibu hamil serta 500.000 kematian bayi setiap tahunnya secara konservatif berdasarkan yang diungkapkan oleh The Pre-Ekslampsia.

Tim peneliti Profesor Gilbert di The University of Oregon mengamati dimana hipertensi yang diinduksikan iskemia plasenta pada tikus telah di atas dengan melakukan olahraga dan didampingi dengan pemulihan beberapa faktor yang beredar bahwa paru-paru menjadi bukti penting yang bisa mengakibatkan tekanan darah meningkat serta tekait dengan pre-ekslampsia yaitu suatu kondisi dimana wanita hamil mengalami hipertensi dan penumpukan protein dalam urin setelah usia kehamilan 20 minggu ( diakhir dua atau tiga trimester ).

Seperti yang dikatakan oleh Prof. Gilbert “Data dari penelitian kami menyatakan adanya kemungkinan bahwa rutinitas olahraga jika dimulai sebelum kehamilan dan dipertahankan melalui masa kehamilan bisa menjadi cara yang sangat efektif untuk mengurangi resiko pre-ekslampsia.”

Anda pasti akan bertanya beberapa pertanyaan yang masih belum terjawab seperti kapan dan berapa banyak latihan olahraga yang diperlukan dan apakah latihan olahraga harus dimulai sebelum atau setelah hamil ? Lalu apa efek yang menguntungkan ini terjadi ? Selain itu juga apa ini aman dilakukan dan bisa digunakan sebagai modalitas terapi untuk mengatasi hipertensi yang di sebabkan karena aliran darah yang tidak cukup plasenta.

Baca :

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada manusia dan hewan menunjukan bahwa melakukan aktifitas fisik seperti berolahraga secara teratur selama masa kehamilan bisa mengurangi resiko terserang hipertensi atau darah tinggi dan pre-ekslampsia.

Namun tidak semua jenis olahraga boleh dilakukan oleh ibu hamil, beberapa olahraga yang aman untuk ibu hamil yaitu olahraga yang ringan seperti yoga, berjalan cepat serta senam khusus untuk ibu hamil dan berenang.

Apabila sebelumnya Anda jarang atau tidak pernah berolahraga, sebaiknya lakukan secara perlahan dan tambah waktu durasi latihan . Saat sedang berolahraga lakukan pemanasan terlebih dahulu selama 5 hingga 10 menit untuk mempersiapkan tubuh berolahraga. Jika Anda memilih berjalan kaki, berjalan perlahan bisa menjadi pemanasan setelah itu baru tingkatkan intensitasnya agar Anda berjalan lebih cepat.

Baca :

Tapi, Anda harus tetap berhati – hati dan jangan sampai kelelahan. Batasannya, Anda harus masih bisa mengobrol atau berbicara sambil berjalan kaki. Setelah Anda selesai berolahraga jangan langsung berdiam diri tapi lakukan pendinginan dan secara bertahap kurangi kecepatan berjalan sampai pada akhirnya berhenti. Untuk lebih amannya sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *